PROSES PRODUKSI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH PASAR

Proses pembuatan kompos/ pupuk organik dari sampah pasar dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pengumpulan Sampah dan Pemilahan Sampah Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunder adalah sampah organik, tahapan ini bisa dilakukan secara manual.

gerobak-sampah5

milah2

Gambar proses pengumpulan dan pemilahan sampah

2. Pencacahan Sampah Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik  selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos sehingga mempermudah proses fermentasi. Bila di anggap terlalu basah, sampah yang telah di cacah dapat di press lagi untuk mengurangi kadar air.

cacah-mesin-baru

Gambar pencacahan sampah organik

3. Penyiapan Aktivator (PROMI)

Untuk mempercepat proses pengomposan kita menggunakan activator PROMI dari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Untuk setiap 1 Ton sampah mentah di butuhkan 1 kg PROMI. Saat musim kemarau dimana sampah pasar relatif kering  Promi tersebut dicampurkan bersama 20 liter air dan 1 liter tetes tebu. Namun di musim penghujan dimana kadar air sampah dari pasar cukup tinggi maka PROMI di campurkan dengan pasir atau tanah kering. Kalo perlu sampah yang akan di olah di press dulu.

persiapanpromi1

Gambar PROMI

4. Pencampuran PROMI di dalam Bak Pengomposan

Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. Sampah tidak boleh diinjak-injak, karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang.

timbun

masuk-bak-2

Gambar Proses Penyimpanan Sampah di Bak Pengomposan

5. Pengadukan / Pembalikan

Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder dalam memproduksi kompos menggunakan system aerob / dengan udara terbuka . Jadi 3 hari setelah sampah di masukkan ke bak pengomposan kemudian di lakukan pemeriksaan suhu kompos di dalam bak. Bila di rasa terlalu panas perlu di lakukan proses pengadukan atau pembalikan untuk memberikan sirkulasi udara yang bertujuan agar proses pengomposan bisa merata. Pengadukan di lakukan minimal 3 hari sekali.

pengadukan-1

Gambar proses pengadukan

6. Panen Kompos

Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Kompos sampah telah cukup matang. Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Di tempat ini kompos dicacah sekali lagi untuk kemudian di ayak menggunakan saringan yang lebih kecil untuk menyeragamkan ukuran dan mempercantik tampilan kompos.

ayak-13

Gambar Proses Penyaringan

7. Pengolahan Paska Panen Setelah kompos yang sudah jadi di ayak, proses selanjutnya adalah memasukkan kompos ke gudang penyimpanan sebelum di lakukan pengemasan. Selain produksi dalam bentuk kompos curah, kompos hasil ayakan juga bisa di proses lagi menjadi pupuk organik bentuk granular atau butiran.

hasil-ayak

Gambar kompos curah jadi

8.  Proses Membuat Pupuk Organik Granular

Untuk membuat pupuk organik granular, kompos yang sudah di saring tadi di masukkan ke dalam mesin molen yang berputar stasioner dengan di campur air dan kalsit sebagai bahan perekat. Untuk membuat kompos curah menjadi bentuk granular menggunakan mesin molen membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit dimana sekali proses bisa di hasilkan sekitar 100kg pupuk organik granular. Pupuk organik berbentuk granular tersebut kemudian di jemur sampe kering. Setelah kering pupuk organik granular tersebut bisa di kemas.

mskmlnexitmolenjemurgranul

Gambar Proses Pembuatan Pupuk Granular

9. Pengemasan

Setelah itu dilakukan pengemasan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk kompos curah kita kemas dalam karung berisi 20 kg.  Sedangkan untuk pupuk organik bentuk granular 1 sak/karung berisi 25 kg.   Setelah dikemas kompos dan pupuk organik granular tersebut siap untuk di jual.

kemas1kemas-2

Gambar Pengemasan Pupuk

18 Tanggapan

  1. Aslm,saya seorang mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi sampah yang ada diwilayah saya,bisa membantu?

  2. saya juga masih banyak belajar mas..
    tapi insyaallah semampu saya akan coba membantu. membantu soal apa ini mas ?

  3. Salut untuk pengelola sampah pasar bunder. Di tengah kotornya sampah, ternyata ada orang-orang kreatif dan mau mengolahnya. Pupuk organik produksi UPSPB bersih dan menarik dan yang jelas membantu petani untuk memenuhi pupuk tanaman, untuk menggantikan pupuk kimia yang harganya begitu melangit.Coba kalau pemko Mudan mau belajar dari Dispenda Kab. Sragen, aku bisa beli.

  4. mas, kira2 berat 1 ton dari sampah pasar ini berapa m3 ya? dan apakah dalam pembuatan kompos ini timbul belatung? kalau ya, bgmn cara penanganannya? thx

    • terimakasih kepada pak budianto yang telah berkunjung ke blog kami…
      bak pengomposan kita berukuran 2 m panjang , 1,5 m lebar dan tinggi 1,5m dengan ukuran segitu kita bisa menampung sampah organik yang telah di pilah sebanyak 1,5 ton. sebenarnya bisa muat 2 ton.. cuma kita juga butuh ruang untuk pengadukan/pembalikan.
      masalah utama proses pengomposan ada 3 yaitu : bau, air lindi dan belatung.
      mengenai bau dan air lindi sudah dapat kita atasi sedangkan belatung memang tidak bisa di hindari pasti ada.. saat kita masih menggunakan an aerob system ataupun saat menggunakan aerob system. karena belatung berasal dari telur lalat yang sudah ada saat sampah pertama kali masuk ke tempat pengolahan.
      penangannya kita biarkan saja mas.. toh nanti setelah 14 hari saat panen kompos nanti tinggal sedikit sekali belatung yang tersisa. setelah dicacah dan di saring belatung tersebut akan hilang/mati dengan sendirinya.
      jadi hasil produksi berupa kompos atau pupuk organik sudah terbebas dari belatung.
      oh ya.. sekedar informasi saja…
      saat ini hasil produksi kita tidak hanya berbentuk kompos curah namun juga sudah berbentuk pupuk organik granular yang bentuk dan kualitas nya tidak kalah dengan produk pabrikan besar.
      nanti kalo sudah ada waktu saya update lagi blog nya dengan proses pembuatan dan hasil produksi pupuk granular kita.
      terimakasih

  5. mas, bisa di-share cara mengatasi bau dan air lindi nya? Sedang berangan2 bisa kelola sampah di lingkungan rumah.. ;-)
    Thx

  6. salam kenal.. wah moga sukses dengan pengolahan sampahnya
    bagi yang memerlukan informasi ttg mesin pengolahan sampah dan kompos serta mesin lainnya dpt diliat di http://www.situsmesin.com/berita

    silahkan dikunjungi :)

  7. salut buat para pejuang lingkungan, teruskan . keep up the good work

  8. Saya Deni mahasiswa tingkat akhir agribisnis ipb, Saya akan melakukan penelitian mengenai studi kelayakan unit bisnis pengolahan sampah pasar. apakah bapak bisa membantu saya? kalau boleh saya ingin melakukan penelitian di pasar Bunder. insya allah hasil penelitian ini akan menjadi refensi pemerintah bogor dalam mengatasi masalah sampah pasar di kota dan kabupaten bogor.
    terima kasih.

  9. saya sangat tertarik dengan proses sampah hingga menjadi pupuk/kompos yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan’
    tetapi saya punya kendala besar untuk membeli perangkat mesin ini dimana harga yang tidak terjangkau, begitu lho bossssssss!

  10. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Salam Sukses!!
    Sebenarnya saya sudah belajar untuk pengolahan sampah ini, namun masih menemui kegagalan dan sekarang saya ingin mencoba kembali yaitu dengan cara mengolah sampah Taman, berupa rumput. kalau saya perhatikan semuanya memakai peralatan yang serba mendukung. Yang ingin saya tanyakan adalah Bagaimana caranya mengolah sampah Taman dengan biaya yang terjangkau.

    Terimakasih
    Wassalam

    Edi Suherdi (Villa Nusa Indah 5 Ciangsana Bogor)

  11. Terima kasih banyak telAH dapat banyak dari situs ini info info penting dan saya butuhkan.
    KebetulAn sekarang ini d]saya mengelola sebuah kegiatan pengelolaan sampah “Komite Sanitasi air dan kebersihan (SAK), perlu belajar banyak dengan pihak Dispenda, prlu bimbingan lbih. kini kami memiliki 2 unit mesin yakni pencacah sampah dan penghancur plastik. keduanya belumberoperasi, semua baru di mulai, sementara pengambilan sampah di tiap rumah tangga sudah berjalan hampir 1 tahun ini.
    Saya butuh informasi ttg sistem yg harus diterapkan dalam pengelola unit unit kerja yang bapak lakukan.
    mungkin saya dapat terus berhubungan dengan bapak untukmembantu kegiatan yg saya lakukan. kedepan saya harapkan bimbingan bapak.

    wss
    Muchsin
    Lhoknga-Aceh Besar 23353

  12. wah.. warga sragen semakin kreatif….

  13. Assm,Wr.Wr.
    Saya termasuk pengemar berat masalah pengolhan sampah menjadi kompos , kalu bisa saya mohon bantuan bahan-bahan campuran pembuatan kompos dan dimana saya bisa mendapatkan aktivactor Promi
    Trimaskasih
    wassalama
    Suhardi Suparmin
    Jl. Kerjana (Gg.Mufakat) Rt.24-08 Desa Air Merbau
    Tanjungpandan – Belitung

  14. Saya sangat tertarik pengolahan limbah sampah ini , tapi tentang mesin2nya , saya mohon infonya tentang harga dan dimana bisa mendapatkannya.terima kasih

  15. Salut Pasar Bunder !
    Mohon informasi dimana bisa membeli Promi, alamat dan nomor telpon serta email kalo ada. Apakah ada bahan lain pengganti Promi ?
    Tetes tebu juga bahan yang sulit didapat, apakah ada penggantinya ?
    Trimakasih

  16. Wah… mantap, jika saja semua pasar tradisional memilki unit pengolahan pasar, maka akan tercipta pasar tradisional yang ok.

    Mohon info kemana saja pemasaran pupuk organik tersebut

    Salam
    Johari
    Kal Sel

  17. Lam KenalPak. Desa Kami dah lama berminat ingin melihat langsung tempat pengloahan sampah. Kalau berkenan mohon minta alamat bapak. Desa kami berencana pada bulan mei akan melakukan study banding ke desa pengolahan sampah, tapi sampai sekarang masih bingung lokasi yang akan kami tuju. untuk itu kami mohon info desa pengolahan sampai yang berhasil dari segi mngement, produksi sampai pemasaran. mohon balas secepatannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: