SARANA DAN PRASARANA UNIT PENGOLAHAN SAMPAH PASAR BUNDER

Unit Pengelolahan Sampah Pasar Bunder berada di bawah naungan Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah ( DP2D ) Kab. Sragen. Unit ini di bangun di atas tanah seluas 12 m X 20 m.

Jumlah pekerja ada 7 orang dengan 1 orang koordinator dan 6 orang karyawan.

headerblog2

Berikut ini adalah sarana dan prasarana kerja di Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder : Baca lebih lanjut

PROSES PRODUKSI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH PASAR

Proses pembuatan kompos/ pupuk organik dari sampah pasar dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pengumpulan Sampah dan Pemilahan Sampah Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunder adalah sampah organik, tahapan ini bisa dilakukan secara manual.

gerobak-sampah5

milah2

Gambar proses pengumpulan dan pemilahan sampah

2. Pencacahan Sampah Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik  selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Baca lebih lanjut

HASIL PRODUKSI

pupuk-sukowati1

Saat ini Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder telah berhasil memproduksi kompos/ pupuk organik granular dengan kualitas bagus yang cukup di minati masyarakat. Kompos / pupuk organik hasil produksi menggunakan merk “SUKOWATI” dan di kemas menjadi 2 jenis yaitu : Baca lebih lanjut

INFORMASI DAN PEMESANAN PUPUK

Pupuk  Organik “SUKOWATI”

Untuk informasi dan pemesanan pupuk bisa hubungi :

Muh. Mujaddid

phone / sms =

0271 – 2064308

081 393 442 234

http://sampahpasarbunder.wordpress.com

atau ANDA bisa langsung datang ke tempat kami…

UNIT PENGOLAHAN SAMPAH PASAR BUNDER

100 m selatan Pasar Bunder Sragen

PERESMIAN UNIT PENGOLAH SAMPAH PASAR BUNDER (UPSPB ) SRAGEN

Sampah merupakan permasalahan yang terjadi hampir diseluruh pasar tradisional. Sebagian besar orang beranggapan bahwa sampah merupakan benda sisa atau yang sudah rusak atau yang dianggap sudah tidak terpakai. Karena itu, sampah perlu dibuang ke suatu tempat karena bisa mengganggu, apakah karena baunya, atau bisa menjadi sarang penyakit, atau mengganggu estetika permukiman. Selama ini sebagian besar pasar tradisional dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah ( TPA ). Hal ini berpotensi besar melepas gas metan ( CH4 ) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu juga diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA. Baca lebih lanjut

TUJUAN DAN MANFAAT

TUJUAN :

Tujuan di dirikannya Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder (UPSPB) DISPENDA Kab. Sragen adalah :

  1. Mampu mengurangi (reduce) volume sampah yang di buang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA)
  2. Dapat mengkonversi (reuse & recycle) sampah menjadi barang yang berguna bagi masyarakat seperti pupk kompos, pupuk cair dan bio gas
  3. Dengan pengelolaan yang profesional konversi di harapkan bisa mendatangkan keuntungan ekonomi dari hasil penjualan pupuk kompos, pupuk cair dan bio gas
  4. Dapat melakukan replikasi pengolahan sampah ke pasar tradisional yang lain

MANFAAT : Baca lebih lanjut

Kunjungan Rombongan Pemkab Purworejo ke Unit Pengolahan Sampah dan Pasar Bunder

Keberadaan Pasar Bunder dengan Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder sebagai Percontohan Pasar Sehat ternyata mengundang perhatian banyak pihak untuk berkunjung ke Sragen. Seperti pada hari Selasa (06/7), Rombongan dari Pemkab Purworejo yang tediri dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kantor Lingkungan Hidup, Pengelola Pasar dan dari masyarakat umum berkunjung ke Sragen. Rombongan berjumlah sekitar 35 orang ini dipimpin oleh Drs. Eko Untung Widodo selaku Kepala Kantor Lingkungan Hidup Purworejo dan diterima langsung oleh Heru Martono, Kepala Bidang Pengelola Pasar Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) dan bertempat di Aula kantor DP2D.

Drs. Eko Untung Widodo mengatakan bahwa tujuan kedatangan rombongan dari Purworejo ini adalah untuk belajar mengenai pengelolaan pasar dan sekaligus pengelolaan sampah yang berasal dari pasar tradisional. Drs. Eko Untung Widodo menambahkan bahwa dari 27 pasar yang dikelola oleh Pemkab Purworejo sampai saat belum ada pengolahan sampah yang di anggap baik. Pasar Bunder sebagai Percontohan Pasar Sehat dan juga Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder yang telah lebih dari 2 tahun beroperasi dinggap sebagai tempat yang layak untuk belajar. Baca lebih lanjut

Yayasan Danamon Peduli Kembali Kunjungi Sragen

Sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu Bank terkemuka di Indonesia, Yayasan Danamon Peduli (YDP) selama ini lebih dikenal dengan program Danamon Go Green dimana YDP bekerja sama dengan 31 pemerintah Kota/Kabupaten di Indonesia mengkonversi sampah organik yang berasal dari pasar tradisional menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Program ini bahkan menjadi finalis dalam ajang BBC World Challenge tahun 2009. Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder yang diresmikan pada tanggal 10 April 2008 dan dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) Kab. Sragen adalah bukti nyata kerjasama antara Pemkab Sragen dengan Yayasan Danamon Peduli. Baca lebih lanjut

Dinas Pengelola Pasar Kotamadya Magelang Kunjungi Pasar Bunder dan UPS Pasar Bunder

Pasar tradisional identik dengan kondisi yang becek, kumuh dan semrawut yang mengakibatkan konsumen semakin enggan berbelanja di pasar tradisional. Kondisi tersebut disinyalir sebagai penyebab utama turunnya pertumbuhan pasar tradisional di bandingkan pasar modern. Untuk mengubah kondisi tersebut Pemkab Sragen melalui Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) secara bertahap sejak tahun 2006 sampai 2009 melakukan revitalisasi Pasar Bunder sebagai pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sragen. Revitalisasi dilakukan dengan membangun pasar dengan bangunan permanen yang representative baik bagi pedagang maupun bagi pengunjung pasar. Selain itu Pasar Bunder sudah dilengkapi beberapa fasilitas umum yang memadai berupa kamar mandi/WC, mushola, Klinik Kesehatan, tempat parkir dan juga pengelolaan sampah pasar melalui Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder yang berfungsi mengolah sampah organik dari Pasar Bunder menjadi kompos. Pasar Bunder juga dilengkapi hanggar daging yang dikhususkan bagi pedagang daging dan dagangan yang mempunyai tingkat kebasahan tinggi sehingga grouping/zoning dagangan secara bertahap dapat dilakukan. Selain itu manajemen pengelolaan pasar juga sudah tertata dengan baik dan untuk kegiatan pelaporan dan administrasi juga sudah dilengkapi online system dengan internet. Dengan segala sarana dan prasarana tersebut tak heran saat ini Pasar Bunder dijadikan salah satu Percontohan Pasar Sehat Tingkat Nasional. Baca lebih lanjut

Study Banding CHF Internasional di Pasar Bunder

Selasa, 9 Februari 2010 CHF Internasional berserta rombongan sejumlah 16 orang yang terdiri dari perwakilan CHF Makassar, pengelola pasar, pedagang dan perwakilan dari Pemkot Makassar berkunjung ke Pasar Bunder dan Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder. Baca lebih lanjut

Kunjungan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk di Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder

Pada hari Sabtu (30/1), dalam rangka pengembangan program Community Development, PT. BUKIT ASAM (Persero) Tbk wilayah kerja Tanjung Enim Sumsel mengadakan study banding di Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder. Rombongan PT. BUKIT ASAM (Persero) Tbk terdiri dari 3 orang yang dipimpin oleh M. Azhari selaku Evaluator Data dan Pelaporan. Kunjungan study banding ini diterima oleh Suyoto selaku Kepala Seksi Pemeliharaan dan Keamanan Pasar DP2D Kab. Sragen, Santoso, SE Kepala UPTD Kec. Sragen Kota serta Mulyanto selaku Ymt. Kepala Pasar Bunder. Baca lebih lanjut

Kunjungan dari Program Studi Teknik Lingkungan UPN ‘Veteran’ Jogjakarta

Pada hari Senin,02 Februari 2009 Mahasiswa dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jogjakarta melakukan kunjungan ke Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder dalam rangka studi banding pengelolaan limbah pasar. Baca lebih lanjut

Pertemuan Nasional Program Konversi Sampah Pasar Menjadi Pupuk Organik

Pada hari Rabu, 17 Desember 2008,  Kepala Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D)  Kab. Sragen Bp. Drs Parsono,MM menjadi panelis dalam acara Pertemuan Nasional Program Konversi Sampah Pasar Menjadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi yang di selenggarakan oleh Yayasan Danamon Peduli dan Pemkab Bantul. Acara ini di buka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan di hadiri oleh perwakilan dari 31 Kabupaten/ Kota se Indonesia.

Pada hari Kamis, 18 Desember 2008, Acara di lanjutkan dengan Kunjungan Lapangan ke Unit Kompos Pasar Bantul dan lahan pertanian demplot pupuk kompos Pasar Bantul di lahan berpasir Sanden, Bantul. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.