Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder Sragen


BERITA TERBARU
November 23, 2008, 3:45 pm
Diarsipkan di bawah: SAMPAH PASAR | Tag: , , , , , , , ,

Berikan suaramu untuk “NOTHING WASTED” ” (organic market waste compost for sustainable farming) di kompetisi BBC World Challenge 2009.  ’NOTHING WASTED’ Danamon Go Green adalah satu dari 12 finalis yang diseleksi dari 900 program pengembangan masyarakat di seluruh dunia. Kunjungi dan memilih untuk ‘NOTHING WASTED”‘ Danamon Go Green di :

www.theworldchallenge.co.uk

mulai 28 September 2009 – 13 November 2009

atau gabung di group facebook :

Vote for a Greener Indonesia on BBC World Challenge 2009!

Suara Anda akan membuat perbedaan!

Bersama-sama kita dapat memenangkan kompetisi bergengsi ini untuk Indonesia.
- Senin, 02 Februari 2009, Mahasiswa dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jogjakarta melakukan kunjungan ke Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder dalam rangka studi banding pengelolaan limbah pasar.upn-jogja1

- Rabu, 17 Desember 2008, Kepala Dinas Pengelola Pasar,Retribusi dan Pajak Daerah (DISPENDA) Kab. Sragen Bp. Drs Parsono,MM menjadi panelis dalam acara Pertemuan Nasional Program Konversi Sampah Pasar Menjadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi yang di selenggarakan oleh Yayasan Danamon Peduli dan Pemkab Bantul. Acara ini di buka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan di hadiri oleh perwakilan dari 31 Kabupaten/ Kota se Indonesia.pak-parsono3

Gambar Drs. Parsono, MM ( duduk di tengah ) Kepala Dinas Pengelola Pasar,Retribusi dan Pajak Daerah (DISPENDA) Kab. Sragen saat menjadi panelis

Kamis 18 Desember 2008, acara di lanjutkan dengan Kunjungan Lapangan ke Unit Kompos Pasar Bantul dan lahan pertanian demplot pupuk kompos Pasar Bantul di lahan berpasir Sanden, Bantul.pasar-bantul2

Gambar Kunjungan ke Unit Kompos Pasar Bantul

sanden2

Gambar dari Kanan ke Kiri : Bapak Parsono ( Kepala Dispenda Kab. Sragen ), Ibu Risa Bhinekawati ( Direktur Eksekutif  Yayasan Danamon Peduli ) dan Ibu Sylviana Murni  ( Walikota Jakarta Pusat )  saat Kunjungan ke demplot pupuk kompos pasar Bantul di Sanden



PERESMIAN UNIT PENGOLAH SAMPAH PASAR BUNDER (UPSPB ) SRAGEN
November 14, 2008, 6:59 am
Diarsipkan di bawah: SAMPAH PASAR | Tag: , , , , , , ,

Sampah merupakan permasalahan yang terjadi hampir diseluruh pasar tradisional. Sebagian besar orang beranggapan bahwa sampah merupakan benda sisa atau yang sudah rusak atau yang dianggap sudah tidak terpakai. Karena itu, sampah perlu dibuang ke suatu tempat karena bisa mengganggu, apakah karena baunya, atau bisa menjadi sarang penyakit, atau mengganggu estetika permukiman. Selama ini sebagian besar pasar tradisional dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah ( TPA ). Hal ini berpotensi besar melepas gas metan ( CH4 ) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu juga diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA.

Supaya persoalan yang sama tidak terulang lagi, yang krusial adalah mengubah manajemen persampahan. Budaya pengurusan sampah mesti diubah, bukan dibuang tetapi dikelola. Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi, misalnya untuk energi, pupuk kompos, ataupun untuk bahan baku industri.

Berbagai upaya telah dilakukan manusia untuk mengkonversi sampah sehingga memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Begitu juga dengan Kabupaten Sragen melalui Dinas Pengelola Pasar, Retribusi dan Pajak Daerah (DISPENDA) mencoba membuktikan bahwa sampah bukanlah masalah, namun dapat menjadi berkah. Bekerjasama dengan Yayasan Danamon Peduli ( YDP ) pada tanggal 10 April 2008 telah di lakukan penandatanganan kerjasama pengembangan Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder. Unit ini bertugas mengkonversi sampah organik yang berasal dari Pasar Bunder Sragen menjadi pupuk kompos, pupuk cair dan bio gas.

peresmian UPS Pasar Bunder Sragen

Gambar Peresmian Unit Pengelohan Sampah Pasar Bunder oleh Bupati Sragen Untung Wiyono dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Ibu Risa Bhinekawati



TUJUAN DAN MANFAAT
November 14, 2008, 6:32 am
Diarsipkan di bawah: SAMPAH PASAR | Tag: , , , , , , ,

TUJUAN :

Tujuan di dirikannya Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder (UPSPB) DISPENDA Kab. Sragen adalah :

  1. Mampu mengurangi (reduce) volume sampah yang di buang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA)
  2. Dapat mengkonversi (reuse & recycle) sampah menjadi barang yang berguna bagi masyarakat seperti pupk kompos, pupuk cair dan bio gas
  3. Dengan pengelolaan yang profesional konversi di harapkan bisa mendatangkan keuntungan ekonomi dari hasil penjualan pupuk kompos, pupuk cair dan bio gas
  4. Dapat melakukan replikasi pengolahan sampah ke pasar tradisional yang lain

MANFAAT :

manfaat dari pendirian Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder Sragen adalah :

  1. Pupuk kompos yang di hasilkan oleh Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder dapat memperbaiki struktur tanah pertanian yang mulai rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang overdosis
  2. Setiap unit pengolahan sampah pasar mampu menyerap sedikitnya 5 orang pekerja sehingga sedikit banyak membantu mengatasi masalah pengangguran
  3. Meringankan beban Pemda dalam mengelola sampah karena dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah Akhir serta mengurangi biaya pengangkutan sampah ke TPA



SARANA DAN PRASARANA
November 23, 2008, 11:33 am
Diarsipkan di bawah: SAMPAH PASAR | Tag: , , , , , ,

dispenda

Unit Pengelolahan Sampah Pasar Bunder berada di bawah naungan Dinas Pengelola Pasar, Retribusi dan Pajak Daerah ( DISPENDA ) Kab. Sragen. Unit ini di bangun di atas tanah seluas 12 m X 20 m.120720084073

Jumlah pekerja ada 7 orang dengan 1 orang koordinator dan 6 orang karyawan.upspb-crewz2

headerblog2

Berikut ini adalah sarana dan prasarana kerja di Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder :

1. Tempat Transit Sampahtransit-sampah2

2. Mesin Pencacahmesin-pak-idek

3. Mesin Pengayakmesin-pengayak2

4. Bak  Pengomposan ( 14 bak )bak-pengomposan1

5. Gudang Penyimpanan Kompos Jadigudang-kompos2

6. Kantor dan Ruang Displaykantor-dan-ruang-display1

7. Peralatan Kerjaperalatan1



PROSES PRODUKSI
November 23, 2008, 4:25 am
Diarsipkan di bawah: SAMPAH PASAR | Tag: , , , , , ,

Proses pembuatan kompos/ pupuk organik dari sampah pasar dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Pengumpulan Sampah dan Pemilahan Sampah Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunder adalah sampah organik, tahapan ini bisa dilakukan secara manual.gerobak-sampah5

milah2

Gambar proses pengumpulan dan pemilahan sampah

2. Pencacahan Sampah Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos sehingga mempermudah proses fermentasi. Bila di anggap terlalu basah, sampah yang telah di cacah dapat di press lagi untuk mengurangi kadar air.cacah-mesin-baru

Gambar pencacahan sampah organik

3. Penyiapan Aktivator (PROMI)

Untuk mempercepat proses pengomposan kita menggunakan activator PROMI dari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Untuk setiap 1 Ton sampah mentah di butuhkan 1 kg PROMI. Saat musim kemarau dimana sampah pasar relatif kering  Promi tersebut dicampurkan bersama 20 liter air dan 1 liter tetes tebu. Namun di musim penghujan dimana kadar air sampah dari pasar cukup tinggi maka PROMI di campurkan dengan pasir atau tanah kering. Kalo perlu sampah yang akan di olah di press dulu.persiapanpromi1

Gambar PROMI

4. Pencampuran PROMI di dalam Bak Pengomposan Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. Sampah tidak boleh diinjak-injak, karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang.timbun

masuk-bak-2Gambar Proses Penyimpanan Sampah di BakPengomposan

5. Pengadukan / Pembalikan Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder dalam memproduksi kompos menggunakan system aerob / dengan udara terbuka . Jadi 3 hari setelah sampah di masukkan ke bak pengomposan kemudian di lakukan pemeriksaan suhu kompos di dalam bak. Bila di rasa terlalu panas perlu di lakukan proses pengadukan atau pembalikan untuk memberikan sirkulasi udara yang bertujuan agar proses pengomposan bisa merata. Pengadukan di lakukan minimal 3 hari sekali.pengadukan-1

Gambar proses pengadukan

6. Panen Kompos

Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Kompos sampah telah cukup matang. Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Di tempat ini kompos dicacah sekali lagi untuk kemudian di ayak menggunakan saringan yang lebih kecil untuk menyeragamkan ukuran dan mempercantik tampilan kompos.ayak-13

Gambar Proses Penyaringan

7. Pengolahan Paska Panen Setelah kompos yang sudah jadi di ayak, proses selanjutnya adalah memasukkan kompos ke gudang penyimpanan sebelum di lakukan pengemasan. Selain produksi dalam bentuk kompos curah, kompos hasil ayakan juga bisa di proses lagi menjadi pupuk organik bentuk granular atau butiran hasil-ayak

Gambar kompos curah jadi

8.  Proses Membuat Pupuk Organik Granular

Untuk membuat pupuk organik granular, kompos yang sudah di saring tadi di masukkan ke dalam mesin molen yang berputar stasioner dengan di campur air dan kalsit sebagai bahan perekat. Untuk membuat kompos curah menjadi bentuk granular menggunakan mesin molen membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit dimana sekali proses bisa di hasilkan sekitar 100kg pupuk organik granular. Pupuk organik berbentuk granular tersebut kemudian di jemur sampe kering. Setelah kering pupuk organik granular tersebut bisa di kemas.mskmlnexitmolenjemurgranul

Gambar Proses Pembuatan Pupuk Granular

9. Pengemasan

Setelah itu dilakukan pengemasan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk kompos curah kita kemas dalam karung berisi 20 kg.  Sedangkan untuk pupuk organik bentuk granular 1 sak/karung berisi 25 kg.   Setelah dikemas kompos dan pupuk organik granular tersebut siap untuk di jual. kemas1kemas-2

Gambar Pengemasan Pupuk



HASIL PRODUKSI
November 23, 2008, 12:48 am
Diarsipkan di bawah: pengolahan sampah pasar | Tag: , , , ,

pupuk-sukowati1Saat ini Unit Pengolahan Sampah Pasar Bunder telah berhasil memproduksi kompos/ pupuk organik granular dengan kualitas bagus yang cukup di minati masyarakat. Kompos / pupuk organik hasil produksi menggunakan merk “SUKOWATI” dan di kemas menjadi 2 jenis yaitu :

1. Kompos curah isi 20 kg, konsumen para penghobi tanaman hias.kompos curah

2. Pupuk Organik Granular isi 25 kg dengan konsumen para petani.danagen3



INFORMASI DAN PEMESANAN PUPUK
November 22, 2008, 3:57 pm
Diarsipkan di bawah: pengolahan sampah pasar | Tag: , , , ,

Pupuk  Organik “SUKOWATI”
MURAH REGANE NYATA KHASIATE

Untuk informasi dan pemesanan pupuk bisa hubungi :

AAN

phone =  0271 2086833

email = aan_dispendasragen@yahoo.co.id

http://sampahpasarbunder.wordpress.com

atau ANDA bisa langsung datang ke tempat kami…
UNIT PENGOLAHAN SAMPAH PASAR BUNDER
komplek terminal bus, 100 m selatan Pasar Bunder Sragen